Makalah Administrasi Sekolah
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Sebagai anggota
masyarakat sekolah, siswa
mempunyai hak untuk memperoleh pelajaran,
mengikuti kegiatan-kegiatan tertentu,
menggunakan fasilitas-fasilitas,
memperoleh bimbingan dan
sebagainya. Administrasi
kesiswaan di sekolah adalah
bagian dari kegiatan
administrasi pendidikan yang berupa
pengelolaan data tentang
siswa sejak siswa
itu masuk sekolah sampai siswa itu keluar dari sekolah.
Administrasi
kesiswaan sangat menunjang kesuksesan dalam kegiatan belajar mengajar dan
kelancaran dari proses sekolah yang lebih baik. Oleh karena itu, sangat penting
bagi kita dalam mendalami administrasi kesiswaan mulai dari Identifikasi
Kegiatan Mengatur Siswa, Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan,
Promosi dan Syarat Promosi serta masih banyak lagi yang akan dibahas dalam
makalah ini. Permasalahan yang dihadapi dalam banyak sekolah sekarang ini
adalah tidak sepenuhnya dalam penerapan administrasi kesiswaan itu.
2.
Batasan
Masalah
Pembatasan
masalah yang akan di bahas dalam makalah administrasi kesiswaan ini adalah :
Ø Identifikasi Kegiatan Mengatur Siswa
Ø Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi
Kesiswaan
Ø Promosi dan Syarat Promosi
Ø Kegiatan Sensus Sekolah
Ø Masalah Ketidakhadiran
Ø Penerimaan Siswa Baru
Ø Pengelolaan Osis
3.
Rumusan
Masalah
Dalam merumuskan masalah dalam
Administrasi Kesiswaan perlu di bahas dan mengetahui bagaimana :
·
Identifikasi
Kegiatan Mengatur Siswa
·
Jenis-Jenis
Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
·
Promosi
dan Syarat Promosi
·
Kegiatan
Sensus SekolaH
·
Masalah
Ketidakhadiran
·
Penerimaan
Siswa Baru
·
Pengelolaan
Osis
BAB II
PEMBAHASAAN
A.
ADMINISTRASI KESISWAAN
Suatu
penataan/pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan siswa yaitu mulai
dari masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu
sekolah/lembaga.
I. Identifikasi
Kegiatan Mengatur Siswa
Mencakup :
a. Mengatur penerimaan siswa baru :
- Rapat
penentuan penerimaan siswa baru.
- Pemasangan
pengumuman.
- Pendaftaran
siswa baru.
- Penentuan
penerimaan.
b. Pengaturan orientasi siswa baru
c. Pengaturan siswa sebelum masuk ke kelas
pelajaran sesungguhnya :
-
Rapat pembagian kelas dengan wali kelas.
- Sesudah upacara 1, siswa masuk kelas
bersama wali kelasnya masing-masing.
- Pembentukan/pembagian tugas kelas.
- Penjelasan tentang roster
perpustakaan.
d. Mengatur kepenasehatan memilih program.
e. Mengatur pelayanan BP kepada siswa.
f. Mengatur pengelompokan siswa di kelas.
g. Mengatur presensi dan absensi siswa.
h. Mengatur kegiatan organisasi siswa.
i.
Mengatur
kegiatan ekstrakurikuler.
j.
Mengatur
drop out dan promosi siswa
k. Mengatur pelaksanaan ulangan-ulangan
formatif.
l.
Mengatur
tes submatif pada tiap akhir semester.
m. Mengatur penentuan kenaikan kelas dengan
norma berlaku.
n. Mengatur pembagian raport siswa.
II. Jenis-Jenis
Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
A. Penerimaan siswa baru
Beberapa pedoman
yang digunakan dalam penerimaan siswa baru, diantaranya :
1. Membentuk panitia penerimaan siswa,
seperti : ketua umum, ketua pelaksana, sekretaris, bendahara dan anggota yang
bertugas mengadakan pendaftaran calon siswa, seleksi, mendaftar kembali siswa
yang diterima.
2. Pedoman penerimaan siswa
a. Pengumuman pendaftaran penerimaan siswa
yang dilakukan oleh kepala kantor wilayah departemen P & K setempat melalui
mas media yang ada, paling lambat 30 hari sebelum pendaftaran dimulai dan
disebar luaskan oleh Kepsek masing-masing.
b. Pendaftaran calon siswa dilakukan oleh
Kepsek melalui pengumuman yang terperinci seperti waktu dan tempat pendaftaran,
syarat-syarat yang diperlukan, jenis dan waktu tes diadakan.
c. Pendaftaran dilakukan selambat-lambatnya
7 hari sesudah pengumuman hasil evaluasi belajar terakhir dari siswa, 8
berlangsung paling lama 15 hari.
d. Formulir pendaftaran calon siswa supaya
disediakan dalam jumlah yang cukup.
e. Jika jumlah tempat yang tersedia
disekolah lebih besar dari jumlah siswa yang akan diterima maka diadakan
pendaftaran gelombang berikutnya.
f. Biaya pendaftaran dapat dipungut
berdasarkan kebutuhan riil siswa.
g. Tempat pendaftaran calon siswa diatur
supaya mudah diketahui oleh siswa.
h. Petugas pendaftaran calon siswa diberi
petunjuk dan bimbingan oleh kepsek.
i.
Syarat-syarat
pendaftaran calon siswa :
·
Surat
keterangan kelahiran.
·
Surat
keterangan ksehatan.
·
Salinan/fotocopy
STTB terakhir yang telah disahkan oleh yang berwajib.
·
Salinan
raport kelas terakhir..
·
Pas
foto ukuran 3 x 4 / 4 x 6 secukupnya.
j.
Kepala
sekolah bertanggung jawab mendaftarkan siswa lulusannya.
3. Pelaksanaan seleksi siswa
a) Seleksi, yaitu kegiatan pemilihan calon
siswa untuk menentukan diterima/tidaknya calon berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
b) Seleksi dapat dilakukan melalui
pengamatan : persyaratan pendaftaran, nilai STTB & Raport & hasil test
dalam bidang studi tertentu dan relevan.
c) Seleksi dapat dilakukan melalui
persetujuan dari kepala kantor Departemen P & K setempat.
d) Pelaksanaan test dapat diatur dari
kegiatan persiapan, pelaksanaan sampai penentuan calon yang akan diterima untuk
memudahkan penilaian.
e) Pengumuman calon siswa yang dierima.
f) Pendaftaran siswa.
4. Upacara penerimaan siswa baru,
hal-hal yang dijelaskan oleh kepsek adalah
o
Memperkenalkan
semua guru dan stafnya.
o
Memperkenalkan
semua guru pengurus siswa (osis)
o
Menjelaskan
tentang tata tertib sekolah.
o
Menjelaskan
fasilitas pendidikan yang dimiliki sekolah.
o
Penjelasan
tentang struktur per sekolahan.
B. Pembagian Siswa dalam Kelompok
Belajar (Kelas)
Sebagian besar
siswa dikelompokan berdasarkan sistem kelas.Disekolah Dasar ada 6
pengelompokkan kelas, sedangkan pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan
tingkat atas baik sekolah umum/kejuruan ada 3 pengelompokkan kelas dan
diberikan pelajaran dengan sistim klasikal.Di negara yang telah maju, dibidang
pendidikannya menggunakan sistem pengelompokan yang telah sempurna yang disebut
dengan istilah “micro teaching”. Menurut Wiliam A. Jeager dalam pengelompokan
siswa ada 2 hal yang penting, yaitu :
1. Fungsi integrasi (memperhatikan
semua faktor).
2. Fungsi perbedaan (memperhatikan
ciri masing-masing).
C. Kepenasehatan Siswa
Kepenasehatan,
yaitu segala macam usaha yang dilakukan oleh penasehat yang bertitik tolak
kepada bimbingan, ini dapat berupa nasehat-nasehat, saran-saran, pengarahan,
pertimbangan, pendapat-pendapat sehingga siswa didalam merencanakan dan
menentukan program studi yang diambilnya dan segala kegiatan yang dilakukan
dapat diselesaikan dengan cara yang seefisien dan seefektif mungkin.
Di dalam pelaksanaan kepenasehatan ada
sekolah yang menggunakan sistem kepenasehatan tetap yaitu kepenasehatan yang
dilakukan terus menerus mulai dari permulaan siswa masuk sekolah sampai siswa
tamat belajar.Dan ada pula sekolah yang menggunakan sistim pergantian yaitu
pada saat tertentu diadakan perubahan dalam rangka penyesuaian dengan periode
tertentu.
D. Bimbingan dan Penyuluhan
1. Hakekat bimbingan
Bimbingan, yaitu proses bantuan yang
diberikan pada siswa dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang
adanya kesulitan yang dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga
mereka memahami dan mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan
tuntutan dan situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
2. Prinsip bimbingan
a. Prinsip umum, yaitu bahwa sikap dan
tingkah laku terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan kompleks.
b. Prinsip khusus, yaitu yang berhubungan
dengan individu (program bimbingan berpusat pada murid) dan yang berhubungan
dengan individu yang dibimbing (petugas hendaknya menggunakan informasi yang
tersedia mengenai individu yang dibimbingnya).
3. Tujuan pelayanan bimbingan
a. Tujuan umum, yaitu mengembangkan
pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuan di sekolah.
b. Tujuan khusus, yaitu mengatasi kesulitan
dalam menyalurkan kemampuan dan bakat murid secara tepat.
4. Fungsi bimbingan
a. Fungsi penyaluran, yaitu fungsi
bimbingan dalam membantu siswa untuk memilih jurusan sekolah.
b. Fungsi pengadaptasian, yaitu fungsi
bimbingan dalam membantu guru dalam menyampaikan pelajaran yang disesuaikan
dengan bakat, minat dan kepribadiannya.
c. Fungsi penyesuaian, yaitu membantu siswa
untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang lebih baik.
5. Ruang lingkup bimbingan
Ruang lingkup bimbingan yaitu
bimbingan dilakukan untuk melayani siswa menghadapi kesulitannya dan
membantunya dalam membuat rencana/mengambil keputusan sendiri dengan
menyertakan guru dan personel sekolah lainnya dalam membantu siswa.
6. Kegiatan-kegiatan bimbingan
ü Bimbingan pendidikan bertujuan membantu
siswa memilih program yang tepat.
ü Bimbingan belajar, yaitu memberikan
bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.
ü Bimbingan jabatan, yaitu proses membantu
seseorang dalam memahami gambaran dunia kerja.
ü Bantuan dalam kesulitan belajar.
ü Sarana dan mekanisme bimbingan.
ü Fasilitas dan anggaran seperti fasilitas
ruangan dan perlengkapannya serta fasilitas adm pelayanan.
E. Pengaturan Program Kurikuler
Kegiatan
kurikuler, yaitu semua kegiatan yang telah ditentukan di dalam kurikulum yang
pelaksanaannya pada jam-jam pelajaran.Sedangkan ekstrakurikuler yaitu kegiatan
yang dilaksanakan diluar ketentuan yang telah ada didalam kurikulum.
F. Tata Tertib Sekolah
Yaitu ketentuan
yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari yang mengandung sangsi-sangsi
terhadap pelanggarannya. Menurut instruksi Menteri P & K RI tanggal 1 Mei
1974 No. 14/U/1974, tata tertib sekolah :
a. Upacara bendera yang diadakan pada hari
Senin sebelum sekolah dimulai yang diikuti oleh semua pelajar, kepsek, guru,
tenaga teknis dan tenaga administrasi. Upacara dipimpin oleh kepsek/guru yang
ditunjuk dan disertai dengan nyanyian lagu Indonesia dan diikuti dengan
mengheningkan cipta dan harus dilakukan dengan khidmat dan tertib.
b. Untuk para pelajar, ada tugas dan
kewajibannya dalam kegiatan inra sekolah seperti para pelajar harus datang
sebelum pelajaran dimulai, berpakaian sesuai dengan ketentuan dari sekolah,
selain itu pelajar juga harus mematuhi larangan-larangan dan sangsi-sangsi yang
ditetapkan oleh sekolah seperti para pelajar tidak diperbolehkan meninggalkan
pelajaran tanpa ijin, pada saat pelajaran sedang berlangsung dan diberi sangsi
peringatan secara langsung pada pelajar dan sebagainya.
c. Pelanggaran tata tertib sekolah seperti
: siswa datang terlambat, melalaikan tugas, dll.
G. Mengatur Kegiatan Organisasi
a. Sistem kerja organisasi, mengharuskan
adanya kerja sama setiap petugas sesuai dengan klasifikasi tugas-tugas yang
telah ditetapkan dan saling memberi informasi serta saling menghormati antara
sesama anggota.
b. Sistem komunikasi, setiap murid yang
membawahi seksi hendaknya selalu memberikan informasi dapat mengetahui sejauh
mana pelaksanaan tugas itu mencapai tujuan, sehingga pimpinan dapat mengetahui
keseluruhan tugas pelaksanaannya dan sebaliknya pimpinan berkewajiban pula
untuk mengetahui hal-hal yang tidak diinginkan.
c. Materi kegiatan, pemberian materi
kegiatan tidak boleh bertentangan dan mengganggu kegiatan primer anak. Guru
harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan serta minat anak.
H. Mengatur Keluar Masuknya dalam
Sekolah
Untuk
mempermudah jalannya peninjauan murid diperlukan beberapa buku seperti standar
book/buku induk, buku tabelaris/kas, absensi dan mutasi, daftar honorium,
daftar nilai, buku inventaris, agenda dan ekspedisi, buku tamu dan arsip dan
laporan bulanan untuk mengetahui maju mundurnya murid dan sekolah tiap bulan.
Sedangkan bagi anak yang keluar karena tamat/pindah sekolah harus dicatat dalam
standar book tanggal keluarnya, sebab-sebab keluar dan dicatat juga dalam raport
murid yang bersangkutan, mutasi, absensi, buku uang sekolah dsb, dan pada akhir
bulan dimasukkan pada laporan bulanan untuk mengetahui jumlah anak yang ada
pada akhir bulan dan keadaan keluar masuknya pada akhir bulan.
III.
Promosi dan Syarat Promosi
Promosi yaitu
kegiatan dilakukan untuk menilai kemajuan siswa maka digunakan standar
tertentu.Jadi anak bisa naik ketingkat/kelas yang lebih tinggi, apabila sudah
mencapai standar tersebut, namun apabila seorang anak tidak dapat mencapai standar
itu tidak dapat naik kelas.
Syaratnya yaitu
agar anak dapat naik kelas, ia harus mencapai nilai tidak kurang dari 70% untuk
sesion 865% untuk mata pelajaran selama setahun itu. Kalau tidak mencapainya
anak tidak dinaikan.Mata pelajaran umum itu yaitu berhitung, bahasa inggris,
membaca, geografi, sejarah, kesehatan, civics dan bussines metode.
IV.
Kegiatan Sensus Sekolah
Sensus sekolah
yaitu salah satu usaha kepala sekolah mengumpulkan informasi yang digunakan
dalam merencanakan bidang-bidang program pendidikan di sekolah seperti :
a. Budget sekolah tergantung pada jumlah
murid.
b. Batas daerah anak yang masuk sekolah
berubah-ubah.
c. Jumlah guru tergantung jumlah murid.
d. Transportasi dan fasilitas harus
diberikan kepada murid.
e. Keadaan rumah anak.
f. Penerangan kelas.
g. Bangunan sekolah berdasarkan pada jumlah
murid dan kebutuhan pendidikannya.
h. Perlunya buku teks, bahasa dan
peralatan.
i.
Jumlah
anggota staff tergantung registrasi murid untuk masing-masing mata pelajaran.
j.
Pembuatan
jadwal perlu mengetahui registrasi murid.
V.
Masalah Ketidakhadiran
Besarnya absensi
biasanya disebabkan oleh beberapa kemungkinan, antara lain :
1. Situasi sekolah yang tidak
menyenangkan.
2. Kurang dapat memberikan
pelayanan yang memuaskan.
3. Kurang memperhatikan/memenuhi
kebutuhan siswa.
4. Sikap didalam proses PBM kurang
sesuai.
5. Kesehatan anak kurang terjaga.
6. Keadaan rumah tangga.
7. Orang tua murid kurang
memperhatikan anaknya.
Mengenai
sebab-sebab ketidakhadiran murid disekolah dapat ditinjau dari beberapa sumber
:
• Dilihat dari segi tanggung jawab
rumah tangga :
§ Orang tua keduanya bekerja.
§ Keadaan darurat dari rumah (kemampuan).
§ Rumah tangga yang sukar mengadakan
penyesuaian sosial.
§ Keluarga yang selalu berpindah-pindah
dari satu daerah ke daerah lain.
§ Keadaan tempat tinggal yang jauh.
§ Salah satu anggota keluarga yang
sakit/meninggal.
§ Kekurangan makanan dalam keluarga.
§ Pengaturan keadaan ekonomi rumah tangga
yang salah.
• Dilihat dari segi tanggung jawab
sekolah
§ Keadaan gedung dan peralatan
§ Sekolah sukar menciptakan suasana yang
menyenangkan.
§ Biaya dan pungutan uang sekolah yang
terlalu tinggi.
§ Kurangnya bimbingan dan orientasi dari
guru-guru kepada murid-murid baik secara kelompok/individu.
§ Kurangnya fasilitas termasuk
pemeliharaan kesejahteraan sekolah.
§ Bangunan sekolah yang terpencil.
§ Kurang/tidak ada transportasi sekolah.
§ Program sekolah tidak menarik perhatian.
§ Penentuan tempat sekolah yang kurang
bijaksana.
• Dilihat dari segi tanggung jawab
murid-murid itu sendiri :
§ Lupa minta ijin dari sekolah.
§ Tidak memiliki moral yang baik.
§ Pertentangan antara murid dengan murid.
§ Terus menerus sakit.
§ Pengangkatan bagi murid secara
individual yang tidak terjamin.
§ Membolos secara berkelompok atas
pengaruh seorang teman yang suka melanggar peraturan.
• Dilihat dari segi tanggung jawab
masyarakat
§ Masalah/kekacauan dalam kehidupan
masyarakat.
§ Jalan menuju sekolah susah
ditempuh/terhalang.
§ Pengaruh pemasukan masyarakat.
§ Pengangkatan umum yang kurang.
VI.
Penerimaan Siswa Baru
Beberapa
kegiatan yang dilakukan dalam penerimaan siswa baru, diantaranya:
1. Penetapan daya tampung sekolah
Ditetapkan oleh
rapat sekolah/panitia penerimaan siswa baru, yayasan/pihak kantor wilayah yang
melakukan pembatasan jumlah maksimal di suatu sekolah. Penetapan daya tampung
ini dapat juga dilakukan dengan menghitung banyaknya bangku yang tersedia
dikalikan dengan muatan bangku dihubungi siswa yang tinggal kelas.
2. Penetapan syarat calon siswa,
seperti :
»
Surat
keterangan kelahiran.
»
Surat
tanda tamat belajar/nilai ebtanas murni dan salinan raport kelas
tertinggi/kelas terakhir (untuk SLTP keatas).
»
Surat
keterangan kesehatan dari dokter.
»
Surat
keterangan kelakuan baik dari sekolah/kepolisian.
»
Mengisi
formulir pendaftaran.
»
Pas
foto.
»
Membayar
uang pendaftaran.
3. Penetapan panitia penerimaan
siswa baru
Penetapan siswa
baru yaitu kegiatan sekolah yang sifatnya insidental, hanya dilaksanakan satu
kali dalam satu tahun. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh panitia penerimaan
siswa baru adalah sebagai berikut :
a. Mengadakan publikasi.
b. Mempersiapkan formulir
pendaftaran.
c. Menerima dan melayani
pendaftaran.
d. Melaksanakan penyaringan.
e. Pengumuman calon yang diterima.
f. Pendaftaran kembali calon yang
diterima.
g. Membuat laporan pertanggung
jawaban.
VII.
Pengelolaan Osis
Pengurus OSIS bertugas :
1) Menyusun dan melaksanakan program kerja
sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS; dan dari
perwakilan kelas;
2) Selalu menjunjung tinggi nama baik,
kehormatan dan martabat sekolah tempat mereka belajar; dan
3) Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban
Kepada rapat perwakilan kelas pada akhir masa jabatanya.
Perincian tugas masing-masing
pengurus OSIS :
a. Ketua bertanggungjawab sepenuhnya
terhadap jalanya organisasi yang dipimpinya.
b. Seorang wakil ketua mewakili ketua
apabila berhalangan dan mengkoordinasikan kegiatan :
¨
Sekertariat
¨
Bidang
ketaqwaan terhadap Tuhan YME,
¨
Bidang
kehidupan berbangsa dan bernegara
¨
Bidang
pendidikan pendahuluan bela negara; dan
¨
Bidang
kepribadian dan budi pekerti luhur
4) Seorang wakil ketua mewakili ketua
apabila berhalangan dan mengkoordinasikan
5) Sekretaris bertanggung jawab terhadap
pengelolaan administrasi organisasi
6) Wakil sekretaris I membantu tugas-tugas
sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua
7) Wakil sekretaris II membantu tugas-tugas
sekretaris dan tugas-tugas seorang wakil ketua II
8) Bendahara bertanggungjawab terhadap
pengelolaan keuangan organisasi
9) Wakil bendahara membantu tugas-tugas
bendahara.
10) Para Sekretaris bidang bertugas
melaksanakan program kerja dibidangnya masing-masing
BAB III PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Administrasi kesiswaan
adalah Suatu penataan/pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan siswa
yaitu mulai dari masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari
suatu sekolah/lembaga.
Jenis-Jenis Kegiatan dalam
Administrasi Kesiswaan
- Penerimaan siswa baru
- Pembagian Siswa dalam Kelompok
Belajar (Kelas)
- Kepenasehatan Siswa
- Bimbingan dan Penyuluhan
- Pengaturan Program Kurikuler
- Tata Tertib Sekolah
- Mengatur Kegiatan Organisasi
- Mengatur Keluar Masuknya dalam
Sekolah
2.
SARAN
a. Saran Untuk Sekolah
Dalam kegiatan sekolah baik yang
menyangkut kegiatan belajar mengajar serta kegiatan ekstrakurikuler siswa
lainnya, di harapkan sekolah mampu menerapakan bagaimana administrasi siswa
yang sebaiknya.
b. Saran Untuk Guru
Peran guru dalam
administrasi siswa juga sangat penting, tidak Cuma bagi staf sekolah
lainnya.Namun guru sangat menunjang kesuksesan sekolah yang dimana guru lebih
mempunyai kedekatan terhadap siswanya sendiri.
Demikianlah
makalah ini dibuat, semoga dapat memberikan menfaat yang sangat banyak bagi
pembaca terutama dalam menambah pengetahuannya dalam bidang admnistrasi
kesiswaan.Pemakalah merasa disana sini masih banyak kekurangan dari makalah
ini, pemakalah berharap kritikan dan sarannya untuk kesempurnaan makalah
selanjutnya.
Comments
Post a Comment